• Alamat Jl. Lili kembang, Maguwo, DIY
Call Center: (0274) 280 3000

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif yang paling umum terjadi sebagai salah satu jenis penyakit athritis dengan jumlah pasien terbanyak. Osteo berarti tulang dan athritis berarti radang jaringan dalam tubuh.

Penyakit ini melibatkan penipisan tulang rawan pada persendian yang kemudian mengakibatkan tulang saling bergesekan sehingga menimbulkan rasa nyeri, kaku dan kesulitan dalam bergerak.

Osteoarthritis yang selanjutnya disebut OA  terkait dengan faktor usia namun bukanlah faktor utama. Terdapat beberapa faktor risiko lain yang mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya OA.

.

Fakta dan prevalensi OA di Dunia

OA merupakan penyebab utama kelumpuhan dan ketidakmampuan pada populasi lanjut usia di seluruh dunia termasuk di negara maju. Di negara berkembang, OA menjadi penyebab ke-sembilan para lansia tetap tinggal di tempat tidur dan tidak mampu melakukan aktivitasnya seperti sediakala.

Prevalensinya dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan peningkatan populasi dan perubahan gaya hidup. OA dapat mempengaruhi sendi manapun tetapi biasanya peradangan terletak pada tangan, lutut, pinggul, punggung bagian bawah bahkan leher. Tak terbatas hanya pada sendi tertentu contohnya lutut (yang paling rawan).

.

Penyebab Osteoarthritis

Terdapat dua jenis OA yaitu primer dan sekunder. OA primer merupakan penyakit osteoarthritis yang berhubungan dengan penuaan.

Seiring bertambahnya usia seseorang, kadar air pada tulang rawan berkurang. Akibatnya tulang rawan menjadi lebih rentan terhadap degradasi. Terdapat indikasi kuat bahwa genetik berperan dalam jenis ini sebab 60% kasus OA di US disebabkan oleh faktor genetik.

Sedangkan OA sekunder adalah penyakit tulang yang muncul di usia muda seringkali karena faktor pekerjaan yang mengharuskan berlutut atau jongkok dalam waktu lama, kebiasaan, cedera, penyakit seperti diabetes atau obesitas.

Meskipun penyebab keduanya berbeda, nemun umumnya gejalanya sama. Berdasarkan data dan jenis OA, berikut faktor-faktor yang berkontribusi terjadi OA:

  • Usia. Secara biologis, semakin tua seseorang maka risiko OA semakin tinggi.
  • Cedera pada sendi/tulang. Cedera yang terjadi di masa lampu dapat menipiskan tulang rawan dan meningkatkan risiko penyakit OA.
  • Obesitas. Berat badan berlebih memberikan beban dan tekanan berlebihan pada tulang dan sendi sehingga menyebabkan inflamasi/peradangan.
  • Genetik.
  • Faktor kebiasaan dan gaya hidup. Konsumsi makanan rendah vitamin, sering merokok, jarang olahraga dapat menjadi faktor OA terjadi di masa tua.

.

Mungkinkah Osteoarthritis terjadi pada anak-anak?

Radang sendi pada anak-anak sering disebut rheumatoid arthritis paling sering disebabkan oleh gangguan autoimun atau kelainan sendi yang disebut osteochondritis dissecans (OCD).

Namun OCD yang lebih parah dapat merusak tulang rawan yang dapat menyebabkan osteoarthritis di usia lebih muda.

.

Gejala Osteoarthritis

Gejala OA terkadang muncul secara tiba-tiba antara lain:

  • Nyeri pada persendian saat beraktivitas
  • Lemah otot di sekitar sendi
  • Sendi kaku biasanya terjadi pertama kali di pagi hari atau ketika suhu dingin.
  • Rentang gerak terbatas.
  • Ketidakstabilan atau tekuk sendi serta pembengkakan di sekitar sendi.

.

Pencegahan Osteoarthritis

Higga saat ini belum ada obat-obatan khusus yang dapat mengobati OA dan pilihan operasi penggantian tulang/sendi terasa mahal.

Terlebih di negara berkembang, operasi penggantian tulang kerap tak tersedia karena terbatasnya peralatan dan kemampuan dokter. Pencegahan menjadi strategi utama dalam mengatasi osteoarthritis. Berikut tindakan pencegahan yang dapat anda lakukan:

  • Kontrol berat badan sebab obesitas dianggap sebagai faktor risiko OA. Mempertahankan atau mengurangi berat badan melalui diet sehat disertai peningkatan latihan fisik menjadi salah satu cara.
  • Pencegahan terjadinya cedera kerja dengan menghindari penggunaan sendi yang berulang dan mencegah radang sendi. Konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D juga membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi.
  • Pencegahan cedera olahraga dengan pemanasan sebelum olahraga dan peregangan setelah olahraga.
  • Jika anda mengalami nyeri berkepanjangan pada sendi, identifikasi arthritis dapat dilakukan melalui pemindaian sinar X aau metode pencitraan lainnya di rumah sakit.
  • Penelitian mengindikasikan individu dengan OA berisiko tinggi untuk jatuh dan mengalami fraktur pada beberapa bagian tubuh. Latihan fisik baik berupa peregangan, aerobik atau cardio dapat menigkatkan stamina dan membantu sendi lebih kuat.
  • Kontrol kadar gula darah setiap hari sebab kadar glukosa yang tinggi dapat membuat tulang rawan menjadi lebih kaku dan lebih rentan.
  • Dan yang terpenting, konsumsi makanan sehat dan nutrisi seimbang. Hindari merokok.

Menjaga kesehatan tulang menghindarkan anda dari osteoarthritis dan penyakit lain yang berkaitan dengan tulang.

.

.