• Alamat Jl. Lili kembang, Maguwo, DIY
Call Center: (0274) 280 3000

Siapa yang tidak suka kafein? Umumnya semua orang suka kafein baik yang terkandung dalam kopi, teh maupun makanan atau minuman lain. Zat yang satu ini memang menjadi andalan saat dituntut untuk konsentrasi penuh pada suatu hal/pekerjaan. Bahkan beberapa orang mengkonsumsi kafein sebagai suatu rutinitas.

Rata-rata 80% populasi dunia mengkonsumsi setidaknya satu gelas per hari minuman berkafein. Kafein merupakan senyawa yang menstimulasi kerja otak dan mempengaruhi sistem kerja saraf pusat. Kafein meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, ini menjawab kondisi dimana sebagian orang merasakan sindrom jantung berdebar setelah minum kopi. Bagi ibu hamil terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan saat konsumsi kafein di masa kehamilan.

Fakta tentang Kafein

  1. Kafein adalah senyawa stimulan dan diuretik

Fungsinya sebagai stimulan berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah dan detak jantung yang keduanya tidak dianjurkan selama kehamilan. Kafein juga meningkatkan risiko dehidrasi pada ibu hamil karena menyebabkan penurunan kadar cairan dalam tubuh.

  1. Kafein menyebabkan ibu hamil lebih rentan terkena anemia

Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam darah. Masalah kesehatan ini sering dialami wanita hamil. Studi yang dilakukan di Ethiopia (Gemechu, Kalkidan, Nurilgn dkk, 2016) menemukan kesimpulan bahwa konsumsi kopi menjadi faktor signifikan wanita hamil mengidap anemia. Senyawa fenol yang terkandung dalam kopi mempersulit tubuh untuk menyerap zat besi.

  1. Kafein aman untuk ibu hamil dan menyusui jika dikonsumsi dalam batas wajar

Ketika ibu hamil mengkonsumsi minuman tinggi kafein, senyawa tersebut melintasi plasenta dan sampai ke sistem pencernaan bayi. Penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal The American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan ibu hamil dan wanita yang sedang menjalani program hamil disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dalam jumlah aman. Sampai saat ini belum ada bukti bahwa konsumsi kafein dalam batas aman menyebabkan keguguran, cacat lahir atau mengurangi kemungkinan hamil seorang wanita.

  1. Kafein menyebabkan penurunan fungsi endotel dalam tubuh orang dewasa

Sebuah studi yang dilakukan di Canada baru-baru ini menemukan bahwa konsumsi minuman berkafein dikaitkan dengan penurunan fungsi endotel. Ini terkait dengan sistem kerja pembuluh darah, proses pembekuan darah, pembentukan pembuluh darah baru dan peradangan yang terjadi dalam tubuh.

  1. Kafein menyebabkan ketagihan

Studi yang dilakukan oleh lembaga medis di Amerika memperoleh hasil dari penelitian yang dilakukan kepada 500 pria dan wanita dewasa yang minum kopi setiap hari. Peneliti melakukan percobaan dengan berhenti konsumsi minum kopi dalam jangka waktu tertentu dan hasilnya 80% dari populasi sampel merasa gelisah, sakit kepala dan kelelahan. Namun gejala ini hanya bertahan satu hari atau bersifat sementara.

Mitos tentang Kafein

  1. Kafein menyebabkan keguguran, cacat lahir dan memepengaruhi pertumbuhan janin

Peneliti dari American College of Obstetricians and Gynecologists melakukan percobaan dengan memberikan kafein pada hewan yang sedang hamil. Hasilnya asupan kafein yang berlebihan dikaitkan dengan keguguran, berat badan lahir rendah dan cacat lahir. Pada manusia, belum cukup penelitian yang menunjukkan efek kafein pada janin. Namun tetap tidak dianjurkan untuk konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan.

  1. Minuman dengan label non-kafein aman untuk ibu hamil

Kopi tanpa kafein masih mengandung kafein hanya dalam jumlah yang lebih kecil. Meskipun ibu hamil dapat mengkonsumsi minuman non-kafein, tetap diperlukan perhatian khusus terkait kadar cafein dalam setiap minuman.

  1. Kafein meningkatkan risiko penyakit jantung

Konsumsi kafein tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskulas dan tidak meningkatkan kadar kolesterol. Detak jantung yang tidak teratur dan peningkatan tekanan darah umumnya dialami karena peningkatan andrenalin dan hormon yang secara alami memperlebar arteri terhambat. Pada umumnya tidak ada efek jangka panjang pada tekanan darah.

Efek Kafein pada Tubuh

Kafein yang masuk ke sistem pencernaan meningkatkan jumlah kandungan asam di perut. Bagi ibu hamil yang memiliki masalah refluks asam/tukak lambung, kafein dapat memicu naiknya asam lambung. Selain itu kafein tidak disimpan dalam tubuh, diproses di hati dan keluar bersama urin. Inilah sebabnya ibu hamil mengalami peningkatan buang air kecil setelah mengonsumsi kafein.

Setelah melewati sistem pencernaan, kafein mencapai level tertinggi di aliran darah dalam satu atau dua jam. Kafein akan membuat tekanan darah naik dan membuat jantung bekerja lebih keras. Detak jantung menjadi tidak teratur dan wanita hamil bisa mengalami masalah pernapasan.

Kafein dalam jumlah banyak dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme kalsium. Hal ini menyebabkan wanita hamil mengalami osteoporosis, oleh sebab itu dibututuhkan asupan kalsium tambahan untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian.

Makanan dan Minuman Sumber Kafein

  1. Kopi

Sumber utama kafein yang kita tahu pastilah kopi. Baik kopi murni ataupun instan keduanya mengandung kafein.

  1. Teh

Bebagai macam teh yang kita kenal: teh hitam, teh hijau atau teh herbal mengandung kafein. Memang kafein dalam teh tidak sebanyak dalam kopi namun jika ibu hamil mengkonsumsi teh hijau/hitam maka setiap cangkirnya mengandung kira-kira 30 mg kafein.

  1. Minuman bersoda/minuman energi

Selain mengandung kafein, minuman bersoda dan minuman energi biasanya mengandung gula/pemanis buatan yang berbahaya bagi ibu hamil. Konsumsi gula yang melebihi ambang batas menyebabkan ibu hamil rentan terkena diabetes gestasional (tipe 2).

  1. Cokelat

Camilan favorit semua orang ini memang mengandung kafein namun dalam jumlah yang cukup rendah.

Takaran Ideal Kafein untuk Ibu Hamil

Dikutip dari jurnal The American College of Obstetricians and Gynecologists, batas maksimal konsumsi kafein bagi ibu hamil adalah 200 mg atau sekitar dua cangkir. Ibu hamil hendaknya memperhatikan kandungan kafein pada makanan dan minuman yang umumnya tertera dalam label kemasan. Berikut takaran kafein dalam beberapa minuman yang umum dikonsumsi:

Wanita hamil yang terbiasa minum kopi/teh/coklat dapat menggantinya dengan konsumsi minuman yang lebih sehat contoh: jus buah, jus sayuran, air kelapa murni atau infused water.

Di atas telah disampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil terkait dengan konsumsi kafein. Pada prinsipnya, saat hamil apapun yang dikonsumsi oleh ibu akan masuk ke pencernaan bayi sehingga para bunda dan calon bunda harus lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.