• Alamat Jl. Lili kembang, Maguwo, DIY
Call Center: (0274) 280 3000

Pengertian Obat Herbal

Kesehatan merupakan modal utama yang dibutuhkan manusia untuk hidup produktif. Melalui pola hidup sehat dan konsumsi gizi seimbang, kesehatan mental dan fisik dapat diraih setiap orang. Terutama di masa pandemi ini, kesehatan merupakan hal yang wajib diupayakan. Tubuh sehat akan membangun sistem imunitas yang kuat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit.

Nah… salah satu upaya untuk menjaga daya tahan tubuh adalah minum jamu. Obat herbal/jamu masih cukup diminati masyarakat. Secara harafiah, obat herbal adalah obat yang didapat dari saripati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk kesehatan. Hakikatnya bersifat organik dan tidak mengandung unsur hewani.

Di indonesia sendiri, Kementrian Kesehatan mempelopori gerakan minum jamu untuk membangun kesadaran masyarakat akan manfaat jamu bagi kesehatan. Selain menjaga kebugaran tubuh, jamu dipercaya menyembuhkan penyakit hingga meningkatkan vitalitas. Meski demikian, jamu hendaknya dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Terlebih untuk ibu hamil, sebelum konsumsi jamu wajib mencermati komposisi dan manfaatnya secara ilmiah bagi ibu dan bayi.

Jamu bagi ibu hamil

Konsumsi jamu sangat lekat dengan tradisi kebudayaan bangsa Indonesia. Minuman tradisional satu ini sering dipandang ‘lebih sehat’ dibandingkan obat medis yang diperoleh dari klinik atau rumah sakit. Selain harga yang terjangkau, jamu menjadi pilihan karena mudah didapat di warung tradisional atau pedagang jamu keliling. Secara umum jamu dapat dikonsumsi semua orang baik anak-anak maupun dewasa. Ibu hamil pun diperbolehkan mengkonsumsi jenis jamu tertentu asalkan dalam batas aman.

Sebanyak 65-85% populasi dunia mengkonsumsi jamu sebagai perawatan kesehatan utama. Di Indonesia, minum jamu merupakan tradisi turun temurun. Namun, konsumsi jamu selama kehamilan masih menjadi topik yang memicu kontroversi.

Tips Minum jamu untuk Ibu Hamil

Bagi ibu hamil, pastikan jamu yang akan diminum memiliki ijin/sertifikasi resmi dari BPPOM dan ketahui kandungan serta manfaatnya secara ilmiah. Berikut tips memilih jamu yang aman bagi ibu hamil:

  1. Pastikan produk dalam kondisi baik (kemasan tidak bocor, rusak atau cacat).
  2. Baca label pada kemasan dengan cermat, pastikan komposisi produk yang tertera di kemasan merupakan bahan yang aman bagi ibu dan bayi dalam kandungan.
  3. Pastikan jamu memiliki ijin edar resmi dari BPPOM.
  4. Pastikan produk belum melewati tanggal kadaluarsa.

Selain itu, jamu yang aman tidak akan memberikan efek instan. Maka anda perlu waspada jika jamu tertentu mengklaim dapat memberikan hasil dalam sekejap. Untuk menjamin kualitas, ibu hamil dapat membuat sendiri jamu yang ingin diminum sebab mudah dibuat di rumah dan lebih aman.

Jenis Jamu yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil

Meskipun produknya alami dan memiliki ijin dari BPPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), ibu hamil yang ingin minum jamu hendaknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American pregnancy, ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi jamu dengan bahan-bahan tertentu karena dapat membahayakan bayi dalam kandungan. Berikut beberapa jamu yang aman dikonsumsi ibu hamil:

  1. Jamu Kunyit Asam

Jamu yang satu ini pasti sudah tidak asing di telinga anda. Penjual jamu keliling yang lewat di sekitar rumah anda pasti menjual jamu yang satu ini. Dalam 100 gram kunyit, mengandung beragam nutrisi seperti: kalsium, protein, kalium dan lain-lain. Senyawa antioksidan, anti-inflamasi dan anti-mikroba terkandung dalam rimpang kunyit. Kurkumin yang terkandung dalam kunyit mengatasi berbagai penyakit saluran pencernaan seperti tukak lambung/maag.

Selain itu, kunyit dapat mengurangi rasa nyeri dan peradangan. Fungsinya sebagai anti inflamasi akan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan ibu hamil. Namun konsumsinya perlu dibatasi sebab kunyit memberikan efek yang serupa dengan obat ibuprofen. Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap hewan, konsumsi ibuprofen pada ibu hamil memberikan efek samping dan risiko besar untuk janin. Kadar kurkumin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kontraksi rahim dan pendarahan.

  1. Jamu Beras Kencur

Pada dasarnya kencur memiliki manfaat serupa dengan kunyit. Nutrisi yang terkandung dalam daun atau rimpangnya memiliki sifat anti-radang, anti-bakteri dan anti-nyeri. Kandungan antioksidan dalam jamu beras kencur mampu menangkal paparan radikal bebas dan memperbaiki sel yang rusak. Selain itu, kencur dipercaya dapat mencegah tekanan darah tinggi atau preeklamsia pada ibu hamil dan meningkatkan nafsu makan karena kandungan minyak atsiri yang bersifat karminativum (mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan).

Ibu hamil yang sedang batuk diperbolehkan mengkonsumsi kencur dalam bentuk jamu atau sarinya untuk memicu pengeluaran dahak dari saluran. Namun konsumsi jamu beras kencur juga tidak boleh berlebihan ya sebab kandungan flavonoid yang tinggi dapat memberikan dampak negatif bagi bayi. Di samping itu, kandungan flavonoid dapat berinteraksi dengan obat lain sehingga tidak diperkenankan konsumsi jamu beras kencur dan obat secara bersamaan.

  1. Jamu Sinom

Jamu ini dibuat dari campuran air asam muda/sinom, gula dan kunyit. Kandungan zat besi, magnesium dan flavonoid menjadikan asam jawa sebagai campuran makanan dan minuman tradisional. Kadar zat besi yang terkandung dalam asam jawa sangat berguna untuk meningkatkan volume darah dan mengurangi risiko kelahiran prematur. Serat yang terkandung dalam asam jawa mampu mengatasi sembelit pada ibu hamil trimester akhir. Ibu hamil diperbolehkan minum jamu sinom namun dalam batas yang wajar.

  1. Seduhan Jahe

Jahe memang dikenal sebagai rempah yang berkhasiat. Senyawa kimia gingerol dan fenol berfungsi untuk meredakan iritasi lambung, bersifat anti nyeri dan dapat mengurangi gejala alergi. Jahe kerap dikonsumsi ibu hamil untuk mengurangi mual dan muntah di awal kehamilan. Namun ibu hamil tidak diperbolehkan mengkonsumsi terlalu banyak, dosis aman adalah sekitar 1000-1500 mg per hari. Tambahkan seduhan sereh dan gula jawa untuk rasa lebih nikmat.

  1. Seduhan Daun Peppermint

Daun ini bisa menggantikan lidah buaya, ginseng, rosemary dan temulawak yang tidak dapat dikonsumsi ibu hamil. Daun mint mampu meredakan mual/morning sickness pada trimester awal kehamilan. Para ibu hamil bisa memilih metode untuk konsumsi daun mint: diseduh, dicampur dalam masakan atau direbus.

  1. Seduhan Daun raspberry merah

Selain kaya zat besi dan mengurangi mual di awal kehamilan, daun raspberry merah dapat mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan. Daun raspberry biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh. Namun ramuan herbal ini tidak dianjurkan dikonsumsi pada trimester awal dan dalam jumlah banyak karena dapat memicu kontraksi rahim.

Jamu-jamu diatas harus dikonsumsi secara bijaksana ya mom, dalam artian sesuai batas wajar dan tidak berlebihan.