• Alamat Jl. Lili kembang, Maguwo, DIY
Call Center: (0274) 280 3000

Hindari Penyakit AIDS dan Rangkul Penderitanya

Jika Anda selama ini menganggap HIV dan AIDS adalah jenis penyakit yang sama, mungkin Anda belum benar-benar memahami mengenai dua hal tersebut secara mendalam. HIV dan AIDS memang sering dituliskan serangkai, tapi bukan berarti keduanya sama ya. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS adalah kondisi yang diakibatkan dari adanya virus HIV di dalam tubuh manusia. Jadi, sekarang Anda sudah mengetahui perbedaanya bukan? Sekarang mari beranjak lebih jauh untuk mengetahui dan mengenali penyakit AIDS dan dampaknya terhdadap kesehatan fisik maupun mental seseorang yang terjangkit virus ini. dengan mengenali dan mengetahui penyakit ini, harapannya agar kita dan keluarga dapat menghindarinya.

AIDS pertama kali ditemukan menjangkit tubuh manusia pada tahun 1920 di Republik Demokratik Kongo, Afrika. Penyakit ini di Indonesia sendiri terdeteksi pada periode awal tahun 1987 dan mulai mengalami peningkatan yang signifikan di tahun 1996. Sejak saat itu pemerintah mulai berfokus untuk menangani penyebaran wabah ini.

AIDS ditandai dengan gejala-gejala yang bisa terlihat dari kondisi penderitanya dan mirip seperti flu yang berlangsung mulai 2 sampai 4 minggu. Gejala lainnya yang diderita oleh ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) seperti demam, nyeri pada tubuh, sakit kepala, diare, batuk, sariawan pada mulut, sakit tenggorokkan, penurunan berat badan yang signifikan dan juga keringat di malam hari. Hal ini disebabkan karean virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang sudah terbangun sejak manusia itu terlahir. Manusia akan sangat rentan terjangkit berbagai penyakit ketika imunitas ditubuhnya menurun. Itulah yang menyebabkan penyakit AIDS berbahaya dan sangat mematikan.

Hingga saat ini memang belum menemukan obat yang bisa mengobati penyakit ini. Akan tetapi, dengan kemajuan dunia medis saat ini ODHA bisa mendapatkan hidup normalnya kembali dengan rutin melakukan terapi. Terapi yang dijalani yaitu dengan mengkonsumsi obat Antiretroviral (ARV). ODHA harus mengkonsumsi obat ARV ini secara rutin sepanjang hidupnya. Dengan begitu, ia dapat melakukan kegiatan produktif seperti sedia kala. Obat ARV ini berperan untuk menghambat pertumbuhan virus HIV di dalam tubuh. Oleh sebab itu, perlu terapi yang rutin dan berkelanjutan bagi pasien AIDS.

Penyakit AIDS tergolong dalam penyakit yang dapat menular. Akan tetapi, penularannya ini tidak serta merta akibat adanya interaksi sederhana seperti berkomunikasi, bersalaman, bahkan makan bersama dengan penderitannya. Penularan penyakit ini beresiko besar saat adanya kontak-kontak tertentu melalui cairan seperti, narkoba, transfusi darah, air susu ibu (ASI), dan cairan-cairan yang dihasilkan oleh organ reproduksi. Jadi, penyakit AIDS tidak dapat menular hanya dengan melalui udara, gigitan nyamuk, air keringat, air mata, air liur, berbagi makanan atau minuman, berbagi toilet, bahkan berciuman. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk tetap merangkul saudara-saudara kita yang menjadi pengidap AIDS.

Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena masih banyaknya mitos dan isu-isu “miring” tentang ODHA yang menyebar di masyarakat. Tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap mental penderita AIDS karena hal tersebut pastinya akan berdampak pada kehidupan sosialnya dengan masyarakat umum. ODHA banyak menerima penolakan dan diskriminasi saat mereka berada di tengah-tengah masyarakat. Sangat diperlukan pengetahuan dan soasialisasi yang lebih gencar lagi untuk memberikan edukasi yang lebih meluas mengenai penyakit AIDS dan seluruh dampaknya. Tindakan ini tentunya untuk melepaskan segala mitos dan isu yang dapat membuat ODHA semakin terkecucilkan di masyarakat. Hindari penyakitnya bukan penderitanya, karena kita semua setara dan berhak mendapatkan yang terbaik.