• Alamat Jl. Lili kembang, Maguwo, DIY
Call Center: (0274) 280 3000

                Pernahkah Anda menemui anak yang berperilaku sangat aktif? Biasanya anak-anak ini akan bertingkah impulsif dan sulit sekali untuk memusatkan perhatian mereka. Beberapa orang dewasa akan menganggap anak-anak ini adalah anak yang sulit diatur, bandel, dan bahkan nakal. Padahal sebenarnya, anak-anak ini juga sedang “membahasakan” kendala yang mereka alami, yaitu sulit mengatur gerak dan perhatian mereka. Perilaku-perilaku seperti itulah yang mengarah pada gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Lalu apa itu ADHD?

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan mental yang membuat seseorang kesulitan dalam mengatur perilakunya. Biasanya penyakit ini akan menunjukakn gejalanya di usia anak-anak mulai usia 1 tahun hingga 3 tahun. Gejala yang ditunjukkan pada anak-anak biasanya berupa sikap hiperaktif serta terkesan impulsif. Tidak hanya itu, anak yang yang di diagnosis ADHD biasanya juga memiliki masalah dengan nilai akademiknya di sekolah. Hal ini disebabkan karena gangguan yang mereka alami ketika mereka kesulitan memusatkan perhatian dan konsentrasi mereka.

                Penelitian yang sudah dilakukan belum bisa menjawab dengan tuntas mengenai penyebab dari gangguan ADHD ini. Namun, beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, dan makanan tertentu  disinyalir menjadi pengaruh penyebabnya. Gangguan mental ini menyerang anak-anak, meskipun begitu ADHD tetap bisa terlihat dan bertahan sampai remaja bahkan dewasa. Dengan begitu, perlu beberapa penanganan medis untuk mengatasi gangguan mental ini. Salah satunya melalui terapi-terapi seperti psikoterapi hingga fisioterapi. Diagnosis terhadap gangguan ADHD ini juga harus dikeluarkan langsung oleh ahlinya, karena diagnosis tersebut memerlukan beberapa tahap pemeriksaan hingga akhirnya bisa menentukan terapi yang cocok untuk penderitanya.

Sumber: Freepik.com

Gejala gangguan ADHD memang dapat terlihat dengan jelas pada tingkah dan perilaku anak, namun begitu, ayah dan ibu tetap harus membawa ke dokter atau layanan kesehatan untuk memastikan hal tersebut. Jangan samapi self-diagnosis justru akhirnya menjadi bumerang yang tidak diinginkan. Saat ini banyak rumah sakit yang melayani terapi-terapi untuk mengatasi gangguan mental, ayah dan bunda bisa mengkonsultasikan hal tersebut ketika melihat gejala ADHD muncul pada buah hati. Misalnya, untuk ayah dan bunda yang tinggal di sekitar Yogyakarta, Rumah Sakit Bunga Bangsa Medika menyediakan layananan fisioterapi yang dapat membantu buah hati Anda dalam untuk terapi mengatasi gangguan ADHD. Beberapa peran fisioterapi seperti memperbaiki gangguan sensoris, penataan refleks, memperbaiki tonus postural, hingga memperbaiki gangguan perilaku dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi gangguan ADHD yang dialami oleh anak.

Penelitian menyebutkan jika gangguan ADHD memang tidak bisa disembuhkan, namun dengan perawatan yang tepat dan tidak terlambat, pastinya dapat membantu dan akan mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu, perawatan sejak dini perlu menjadi perhatian bagi orang tua yang memiliki anak dengan keluhan ini. Anak dengan ADHD tetap bisa seperti anak lainnya jika mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk dalam hal akademik.

Mengurangi resiko terkena ADHD tetap dapat dilakukan, untuk menghindari anak kita mengalami gangguan ADHD ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan. Ibu dan ayah dapat bekerja sama sejak awal kehamilan dengan menjaga asupan gizi serta menghindari asap rokok, alkohol, obat-obatan terlarang dan kebiasaan buruk lainnya yang dapat berpangaruh pada perkembangan otak janin. Ketika anak sudah terlahir pun di masa tumbuh kembangnya, orang tua juga harus memperhatikan asupan makanan anak, utamanya makan-makanan manis. Hal ini untuk menghindari adanya sugar rush atau konsumsi gula berlebihan yang dapat memicu anak berperilaku hiperaktif.

Salam sehat!