• Alamat Jl. Lili kembang, Maguwo, DIY
Call Center: (0274) 280 3000
mitos ibu hamil

Mitos ibu hamil yang paling penting diketahui selama masa kehamilan, berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Makanan asam/asin dapat mengurangi mual dan muntah pada trimester awal kehamilan

Mual dan muntah merupakan kondisi umum yang dirasakan 80% wanita hamil. Penyebab mual dan muntah meliputi beberapa faktor: peningkatan hormon estrogen, progesteron dan HCG. Hormon progesteron meningkatkan aktivitas organ di sistem pencernaan sementara hormon estrogen memicu peningkatan asam lambung. Peningkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) menyebabkan rasa mual semakin memuncak. Mual dan muntah sebenarnya wajar bagi ibu hamil asalkan frekuensinya tidak parah dantidak menganggu asupan nutrisi yang masuk ke tubuh ibu.

Belum ada penelitian ilmiah yang mampu membuktikan mitos ibu hamil mengenai makanan asam dan asin dapat mengurangi mual dan muntah. Malah faktanya makanan asam dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan akhirnya malah memperparah rasa mual dan muntah. Sementara makanan asin dapat memicu peningkatan tekanan darah yang memicu pre-eklamsia pada ibu hamil.

Tips untuk mengatasi mual dan muntah: pilih variasi makanan yang mampu meningkatkan selera makan, ciptakan suasana nyaman, alihkan rasa mual dan muntah dengan bekerja atau melakukan hobi, makan dan minum dalam porsi kecil namun sering, hindari makanan dan minuman yang merangsang lambung (kopi, soda, durian, coklat, kol, makanan pedas, asam, asin dan makanan mengandung gas) dan konsumsi vitamin B6.

  1. Mengecat/creambath/highlight dilarang bagi ibu hamil

Rangkaian perawatan rambut seperti cat rambut/highlight, creambath memang menggunakan produk yang mengandung bahan kimia. Belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa mengecat rambut/creambath dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Melalukan perawatan rambut tidak berdampak buruk bagi kesehatan asalkan dilakukan dengan benar.

Berikut tiga kandungan bahan kimia yang mungkin terkandung pada cat rambut: para-phenylenediamine (PPD), hidrogen peroksida, dan timbal asetat. PPD dan hidrogen peroksida dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit kepala. Sedangkan timbal asetat dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan otak dan saraf. Jika ibu hamil ingin cat rambut sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan trimester dua. Sebab di trimester tersebut, bayi telah melalui tahap kritis perkembangan organnya.

Pilih produk cat rambut yang aman (terdaftar di BPOM), cek label produk dan lakukan uji alergi dengan cara mengoleskan sedikit krim cat rambut pada bagian telinga. Diamkan hingga 2 jam, jika tidak ada reaksi alergi maka produk tersebut aman digunakan. Anda memilih mewarnai rambut di rumah? Gunakan sarung tangan dan pilihlan tempat dengan sirkulasi udara baik sebab produk pewarna rambut beraroma menyengat. Gunakan produk pewarna rambut untuk rambut saja (bukan alis dll). Setelah selesai, bilas rambut dan kulit kepala sampai bersih.

  1. Konsumsi air es/dingin dapat menyebabkan bobot bayi menjadi besar

Mitos ibu hamil ini beredar cukup luas dan dipercaya sebagai fakta yang patut diikuti. Sejatinya tidak ditemukan korelasi antara bobot bayi dan konsumsi minuman dingin pada ibu hamil. Ukuran bayi tidak dipengaruhi oleh suhu minuman/makanan yang dikonsumsi. Bayi terlahir dengan bobot besar ditentukan oleh faktor genetik, kondisi kesehatan ibu (berkaitan dengan diabetes gestasional) dan kondisi medis lain.

Konsumsi air putih yang cukup selama hamil sangat dianjurkan untuk kesehatan ibu dan bayi. Ibu hamil sebaiknya minum 8-12 gelas setiap hari untuk mencegah dehidrasi. Ditilik dari jumlah kalori, air es mengandung 0 kalori sehingga tidak akan menyebabkan pertambahan bobot bayi dalam kandungan.

Sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah air es namun minuman dingin umumnya mengandung pemanis (sirup, gula, pemanis buatan dan lain-lain). Kandungan gula berlebih pada minuman dingin berpotensi meningkatkan asupan gula yang nantinya menyebabkan bobot bayi bertambah.

  1. Air kelapa dapat membuat bayi terlahir putih bersih

Pada dasarnya warna kulit bayi tergantung pada gen orang tua. Tidak ada kaitan antara konsumsi air kelapa dengan jenis dan warna kulit bayi. Terlepas dari mitos yang beredar di masyarakat, air kelapa memiliki segudang manfaat yang patut diperhitungkan antara lain: air kelapa mengandung kalium, kalsium dan klorida yang dapat meningkatkan energi pada ibu hamil. Kandungan vitamin C-nya dapat menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, air kelapa dapat mencegah dehidrasi, mencegah sembelit, menjadi alternatif sumber elektrolit dan antioksidan.

Konsumsi air kelapa sebaiknya dalam batas wajar (tidak berlebihan), pastikan air kelapa dalam kondisi segar (segera minum setelah kelapa dipotong) dan tetap prioritaskan air putih sebagai asupan harian.

  1. Mitos ibu hamil dilarang makan nanas

Nanas merupakan salah satu buah tropis yang digemari banyak orang. Diolah menjadi rujak, jus, salad buah, puding, ataupun smoothies mampu menggoda banyak mata untuk menikmatinya. Faktanya, nanas sarat dengan kandungan berbagai vitamin dan mineral yang berguna bagi ibu hamil yaitu: magnesium dan kalsium berperan dalam kesehatan tulang, serat untuk kesehatan pencernaan, vitamin C mampu meningkatkan daya tahan tubuh, beta karoten untuk menjaga kesehatan mata, zat besi dan vitamin B6 untuk menunjang pertumbuhan janin, tembaga seng dan asam folat membantu meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita.

Kandungan bromelain yang terkandung pada nanas menyebabkan buah yang satu ini dicap berbahaya bagi ibu hamil. Bromelain merupakan enzim yang bekerja untuk memproduksi zat anti-inflamasi/peradangan. Cara kerjanya memecah protein dalam tubuh. Di trimester awal, janin masih terdiri dari sel-sel protein sederhana. Nah jika ibu mengkonsumsi bromelain, ada kekahwatiran zat tersebut akan bekerja sebagaimana mestinya dan menyebabkan pendarahan/keguguran.

Namun tidak perlu khawatir sebab kandungan bromelain pada nanas sangat rendah. Bromelain hanya terdapat pada batang nanas dan mencapai 16 mg/1 buah nanas.

  1. Pantangan suami untuk membunuh atau menyakiti binatang agar bayi lahir sempurna (tidak cacat)

Pada dasarnya binatang adalah makhluk hidup yang perlu dijaga dan dilestarikan. Mitos ini berkembang di Jawa dan daerah-daerah sekitarnya. Menurut kepercayaan, jika suami membunuh atau menyakiti hewan secara sengaja maka akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi dalam kandungan (kemungkinan lahir cacat).

Kondisi bayi lahir cacat dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu: cacat lahir struktural (berkaitan dengan anggota tubuh misal: bibir sumbing) dan cacat lahir fungsional (berhubungan dengan fungsi dan cara kerja anggota tubuh misal: autisme). Bayi lahir cacat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: faktor genetik (kelainan saat pembuahan, mutasi gen), kelainan kromosom, paparan bahan kimia dan virus, penggunaan obat-obatan, gaya hidup yang kurang baik (merokok dan minum alkohol) dan kurang nutrisi saat kehamilan. Perlu dipahami bahwa tindakan yang dilakukan suami tidak sekejap akan mempengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan ibu.

  1. Ibu hamil dilarang konsumsi makanan pedas karena dapat mengakibatkan keguguran

Bagi yang gemar makan pedas, mitos ibu hamil yang satu ini bisa jadi sangat mengganggu. Sebab ada kalanya ibu hamil ingin konsumi makanan pedas. Sebenarnya sah-sah saja ibu hamil konsumsi makanan pedas namun dalam batas aman dan tidak berlebihan. Mengkonsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri ulu hati, mual, kembung, diare dan peningkatan asam lambung. Jika ibu hamil mengalami diare maka dikhawatirkan dehidrasi dan muncul rasa tidak nyaman di perut. Nah dampak inilah yang sebenarnya dihindari. Bukan jenis makanannya namun jumlahnya yang perlu diperhatikan.

Jika Anda konsumsi sewajarnya, cabai dapat bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung protein, karbohidrat, gula, serat, lemak dan berbagai vitamin.

  1. Melilitkan handuk di leher suami/ibu hamil menyebabkan lilitan tali pusat pada bayi

Tali pusat merupakan elemen penting saat kehamilan, perannya sebagai penghubung, pemasok oksigen dan nutrisi dari tubuh ibu ke bayi. Namun ada kalanya tali pusat membawa risiko berbahaya bagi bayi contoh: bila ada lilitan tali pusat di leher. Kondisi ini terjadi dalam kasus kehamilan kembar, tali pusat yang terlalu panjang dan cairan ketuban yang melebihi normal. Jadi bukan karena lilitan handuk pada leher suami/istri ya, ini mitos belaka.

Bayi yang terlilit tali pusat dapat diketahui melalui pemeriksaan USG. Di beberapa kondisi, lilitan tali pusat diindikasikan berbahaya jika ditemukan gerakan bayi dalam kandungan berkurang dan denyut jantung tidak normal. Namun lilitan tali pusat ada kemungkinan lepas dengan sendirinya menjelang persalinan.

  1. Bayi ‘Ngeces’ karena saat hamil Ibu ngidam dan tidak terpenuhi

Istilah ‘ngeces’ merupakan pengeluaran cairan ludah bayi dari rongga mulut secara tidak disengaja karena ketidakmampuan menelan. Bayi baru lahir hingga usia 12 bulan belum mampu menelan semua air liur yang diproduksi, akibatnya bayi masih ‘ngeces’. Kelenjar liur bayi sebenarnya sudah aktif sejak masih dalam kandungan.

Beberapa sebab bayi ‘ngeces’ adalah tumbuh gigi, bayi sedang dalam tahap mengenali tekstur sehingga memasukkan semua barang yang ia temui ke dalam mulut, terdapat gangguan saraf/masalah pada refluks. Jika bayi anda berusia lebih dari 2 tahun namun masih ‘ngeces’, segera konsultasi ke rumah sakit terdekat.